BREAKING NEWS

Join the Club

Kamis, 05 Februari 2015

Banjir Rendam Pemukiman di Tiga Kecamatan


Mojokerto-(satujurnal.com) Intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (03/2/2015) siang hingga Rabu (04/2/2015) dini hari, membuat sejumlah desa di tiga kecamatan wilayah kabupaten dan kota Mojokerto terendam banjir. Tidak hanya rumah dan jalan, areal pertanian yang baru saja ditanami bibit juga terendam banjir. Seperti kondisi pemukiman warga di Dusun Gebang Malang, Desa Ploso Gede, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya 30 rumah terendam banjir sejak Rabu dini hari. Air tiba-tiba mengalir deras di sepanjang jalan raya. yang merupakan akses jalan perbatasan antara wilayah kabupaten dan kota Mojokerto. Ketinggian air di jalan mencapai 50 sentimeter, sehingga air memasuki rumah warga. Sehingga warga hanya beraktifitas membersihkan sampah yang masuk kerumahnya karena terbawa air. Didik Sudarsono, anggota Tagana Kabupaten Mojokerto mengatakan, selain akibat curah hujan intensitas tinggi, banjir juga akibat dari luapan air sungai yang tidak mampu menampung debet air hujan yang turun sejak Selasa siang. Ujungnya sungai meluap dan air di pemukiman tidak bisa mengalir ke sungai. Banjir pada Rabu pagi tidak hanya terjadi di dua desa di Kecamatan Mojoanyar, namun banjir juga terjadi di Kelurahan Meri Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. (wie)

Selasa, 03 Februari 2015

DBD : Anggaran Fogging Dikhawatirkan Tidak Cukup

MAJA mojokerto | Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto terus bertambah, dan saat ini sudah mencapai 76 kasus. Dinas Kesehatanpun khawatir anggaran fogging tidak mencukupi sampai akhir tahun ini. Mudji Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengatakan, anggaran fogging untuk setahun hanya 100 kali saja. Tapi setelah ditetapkan status KLB DBD, sampai sekarang sudah dilakukan 10 kali fogging.
FOGGING /majamojokerto.com

”Kalau kasus DBD bertambah dan meluas, dikhawatirkan anggaran untuk fogging tidak cukup sampai akhir tahun. Sebab masyarakat banyak yang minta fogging,” jelas Mudji.
Sementara Dr Endang Sri Wulan Kepala Dinas Kesehatan mengatakan, anggaran tanggap DBD tahun ini sebesar Rp 400 juta. Jumlah ini menurun dari tahun lalu yang dianggarkan hingga Rp 500 juta. Untuk antisipasi wabah DBD ini, Dinkes telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi / agar ada bantuan untuk penanggunalangan DBD.(fan/bud)

Aini Zuhro Siap Jadi Lawan MKP dalam Pilbub

MAJA mojokerto | Setelah nama Wakil Bupati Choirun Nisa menyatakan maju dalam pilbup, saat ini Aini Zuhro ketua DPC PKB juga menyatakan siap melawan MKP dalam Pemilihan Bupati (Pilbub) nanti.
Aini yang juga Wakil Ketua DPRD ini mengatakan, ia sudah menjalin komunikasi politik dengan beberapa partai politik parpol. Salah satunya dengan Partai Gerindra. Lobi juga dilakukan dengan partai lainya yang belum menyatakan dukungan calon.

”Untuk bisa mengusung calon, PKB harus berkoalisi dengna partai lain. Karena sesuai aturan, untuk mengusung calon, jumlah kursi di dewan sekurang kurangnya ada 10 kursi,” jelas Aini.
Sementara Hendra Purnomo Ketua Fraksi Partai Gerindra, mengakui kalau ketua DPC PKB sudah komunikasi soal Pilbup. ”Ya, tapi baru sebatas komunikasi dan belum ada kesepakatan resmi. Keputuan dan rekom calon Bupati kewenangan DPP,” tukas Hendra.
Lebih jauh Hendra mengatakan, sekarang ini Gerindra masih mencari sosok yang pas. ”Nanti akan dibuka penjaringan terlebih dulu. Kemudian beberapa nama yang masuk akan diseleksi sesuai potensi, kapablitas dan elektabilitasnya,” terangnya.(fan/bud)
 
Copyright © 2015 MOJOKLIK