BREAKING NEWS

Join the Club

Minggu, 15 Februari 2015

Bupati MKP Menggali Aspirasi dengan Jalan Kaki

Bupati MKP saat bersama warga

BEJO – Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasah bertekad memperkecil jurang perbedaan antara kota dan desa  yang ada diwilayahb yang dipimpinnya.Karenanya, penyediaan dan pembangunan fasilitas umum di desa seperti peningkatan poros jalan dan lingkungan serta pengadaan lampu penerangan jalan umum serta perbaikan sarana pendidikan dan kesehatan menjadi kunci utama dan prioritas.
Hal itu dikemukakanBupati MKP dihadapan masyarakat Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong padfa acara rembug desa. Ketika beerada di Desa Banyulegi, bupati dan rombongan pertama kali diterima kepala  dusun Ngarus di Balai Dusun. Warga Ngarus tidak melewatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan bupati. “Warga disini sangat berterima kasih pak, karena jalan poros desa dan lingkungan kami telah di beton. Akses jalan ini sangat membantu dan mudahkan gerak kami menuju tempat kerja, sekolah,pasar maupun pusat pemerintahan’’ujar Suyitno, kepala dusun.  Namun jika diijinkan, kami juga mohon peningkatan jalan tembus Ngarus-Banyulegi dan  jalan baru menuju SMPN 1 Dawarblandong dengan beton karena kondisi jalan saat ini masih jalan makadam, bantuan pengurukan lapangan olah raga di samping balai dusun ini, karena kalo hujan deras lapangan ini tergenang.Menanggapi permintaan warga, bupati berjanji akan mengakomodasi semua usulan dan permintaan warga. Namun masih dalam koridor dan aturan yang telah ditetapkan. “Kabupaten Mojokerto memiliki banyak anggaran, yang dapat memenuhi semua keinginan warga Kabupaten Mojokerto. Tapi dengan syarat tidak melupakan aturan dalam melaksanakan pertanggungjawaban sebagaimana aturan hukum yang ada. Karena itu, realisasi usulan harus melalui beberapa tahapan sebelum dilakukan realisasi,” jelas Bupati MKP.Dijelaskan tahun ini anggaran untuk peningkatan jalan dan LPJU sebesar  Rp700juta, masih ditambah Rp 310 juta dari dana ADD. MKP juga menerima permintaan salah satu warga yang ingin melakukan mutasi antar daerah, dia menyarankan warga tersebut menghubungi BKPP Kabupaten Mojokerto untuk melengkapi persyaratan mutasi antar daerah bagi PNS.Kemudian bupati dan rombongannya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju dusun Banyulegi dan dilanjutkan dengan menggunakan bus menuju dusun Balong. Perjalanan berakhir di Balai desa Banyulegi yang berada di dusun Glagah.Sementara itu pada kegiatan yang sama di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Bupati MKP juga sempat berjalan kaki dan mampir ke warung kopi sambil menikmati nikmatnya kopi khas desa setempat .” Hal seperti ini yg saya inginkan bisa kumpul dengan rakyat kecil sambil minum kopi biar gak ada perbedaan yg signifikan antara pejabat dengan rakyat kecil.”ungkapnya. Pada kesempatan itu Bupati MKP juga sempat bercerita tentang masa kecilnya sering ke desa Jasem untuk menemani ayahnya bekerja.Selesai meninjau ke dusun-dusun bupati menuju Balai Desa Jasem untuk bertemu dengan seluruh masyarakat dan perangkat-perangkat desa . Kedatangan bupati disambut antusias warga dengan yel-yel  yang mendukung kembali kepemimpinan Bupati Mustofa  Kamal Pasa.  Kepala Desa Jasem Mulyantono menyampiakan sebagain besar masyarakat bekerja sebagai karyawan pabrik, jadi untuk swadaya masih belum mampu. Oleh karena itu,  Desa Jasem masih membutuhkan bantuan dari pemerintah  untuk  membangun desa agar menjadi lebih baik dan maju . Seperti  pembangunan jalan lingkungan, lampu penerangan jalan , sarana ibadah dan yang sangat dibutuhkan oleh warga  saat ini adalah   Dibuatkan Jembatan untuk memenuhi kebutuhan warga ,”. ungkap kades yang berkumis tebal ituSelanjutnya Bupati MKP mengayakan, bahwa  2015  ada peningkatan anggaran untuk Alokasi Dana Desa ( ADD ) , yang sebelumnya 50 juta menjadi 330 juta ,dari kabupaten. Sedangkan  bantuan pusat sebesar 700 juta , total anggaran ADD tahun 2015 untuk setiap desa 1 Milyard  30 juta.Terkait permintaan warga Jasem  bupati MKP minta segera kepada Dinas PU Cipta Karya maupun PU Binamarga untuk menyiapkan konsultan dalam perencanaannya, sehingga pembangunan yang di inginkan warga dapat terlaksana dengan baik dan benar. (wes) (Baca Sumber Aslinya Disini)

RSUD Dr Soekandar Mojosari Dilengkapi Alat Cuci Darah


BEJO -  Para pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah, kini tidak perlu lagi pergi ke Surabaya, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah Mojosari dan sekitarnya.Karena  Rumah Sakit Dr. Soekandar, Mojosari  kini semakin optimal dalam memberikan pelayanan.Setelah sukses dengan melakukan berbagai  renovasi beberapa ruangan sehingga semakin menjadi  bersih dan nyaman, kini rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto itu  sudah dilengkapi dengan instalasi hemodialisa yakni instalasi untuk cuci darah. Dengan demikian semakin jelas komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diantaranya dengan cara penyebaran pelayanan kesehatan dan memudahkan akses layanan kesehatan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Karena banyaknya tuntutan masyarakat, kami akhirnya menyediakan instalasi hemodialisis sehingga para penderita gagal ginjal tidak perlu jauh-jauh ke surabaya untuk cuci darah” ujar dr. Sujatmiko, Direktur RSUD Soekandar (12/2). Tak hanya itu, rumah sakit itu juga mendapat dukungan dari salah satu bank nasional terbesar dengan memberikan 1 unit mobil pelayanan dan payment point yang memberikan pengunjung rumah sakit melakukan transaksi keuangan.Sujatmiko juga menambahkan bahwa target tahun 2015 ini adalah menambah ruang rawat inap yang sebelumnya 220 unit kamar menjadi minimal 400 unit kamar. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.Wakil Bupati Mojokerto,  Choirun Nisa’ berharap  dengan adanya instalasi hemodialisis ini bisa membahagiakan masyarakat. “ Saya sangat berterimakasih dengan bantuan ini. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan” ujar Choirun Nisa’ pada peresmian instalasi hemodialisis ,’’ katanya saat meresmikan penggunaan alat baru itu. Pengadaan fasilitas alat cuci darah ini didukung Pernefri Jawa Timur dan Head of Network & Service BNI. (wes) (BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

Polisi Temukan Banyak Jajanan Kedaluarsa

Polisi saat melakukan operasi di pasar

BEJO – Jajaran Polres Mojokerto menggelar operasi ke sejumlah pedagang jajanan di Pasar Anyar Mojosari Kabupaten Mojokerto. Hal ini menyusul  banyaknya kasus keracunan pada anak-anak karena kurangnya pengawasan pedagang jajanan yang dengan sengaja menjual jajanan yang kedaluwarsa maupun tidak layak jual.
Maraknya kasus keracunan makanan pada anak-anak yang di sebabkan jajanan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam mengawasi pedagang yang menjual belikan barang dagangan berupa jajanan anak-anak. Selain itu juga pengawasan orang tua untuk mengawasi anaknya dalam mengkonsumsi jajanan baik di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan operasi makanan kedaluwarsa ini dipimpin langsung Kapolres Moajokerto , AKBP Budi Herdi dengan diikuti sejumlah anggota lainnya.  Sasaran utama adalah pedagang jajanan anak-anak di Pasar Anyar Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto.
Dalam operasi kali ini pihak kepolisian banyak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang jajanan . Terutama pada pedagang yang menjual jajanan kemasan. Banyak sekali jajanan yang kedaluwarsa, jajanan kemasan rusak maupun jajanan yang tanpa dilengkapi masa berlaku edar dipasaran bahkan makanan yang menjamur yang tidak layak jual.
Kapolres Budi usai operasi mengatakan,  dari hasil sidak ini petugas kepolisian langsung melakukan tindakan diskresi dengan mengamankan sejumlah jajanan dari sejumlah pedagang dan segera menindak lanjuti dengan melaporkan hal ini kepada instansi terkait yaitu dinas perdagangan pemerintah Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya diharapkan  agar segera melakukan pengawasan lebih ketat. (wes)
 
Copyright © 2015 MOJOKLIK