BREAKING NEWS

Join the Club

Minggu, 15 Februari 2015

Warga di Daerah Rawan Banjir Waspada Penyakit Kulit Dan Diare

 
dr Endang Sri Wulan - Kepala Dinas Kesehatan Kab Mojokerto
MAJA mojokerto | Wilayah rawan banjir, seperti di Dusun Balong, Desa Banyulegi dan Dusun Klanting Desa Pulorejo Kecamatan Dawar waspada penyakit kulit dan diare. Sebab genangan air sungai menyebabkan dua penyait tersebut. Dokter Endang Sri Wulan - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto kepada Budi Prasetyo - Reporter Maja FM, Jumat (13/02/2015) mengatakan, team Dinkes melalui Puskesmas Dawar terus pantau wilayah rawan banjir.
“Ini untuk antisipasi munculnya penyakit dan wabah, dampak banjir luapan sungai lamong, seperti penyakit kulit dan diare”, kata Endang.
Masih kata Endang, Di lokasi banjir seperti di Dusun Balong tidak didirikan posko kusus melainkan tapi mobil ambulan disiagakan. “Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pelayanan masyarakat, bisa langsung dilaksankan”, imbuhnya. “Pelayanan kesehatan dasar bagi warga yang terkena dampak bencana alam diberikan secara gratis. Dan ini diberlakukan diseluruh puskesmas di Kabupaten Mojokerto”, pungkasnya. (and)

Hindari Pembalap Liar, Mobil dan Rumah Terbakar

Bangkai Daihatsu Xenia yang terbakar saat menabrak kios bensin
 MAJA mojokerto | Nasib sial dialami Mohammad Bahruddin warga Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Gara-gara menghindari pembalap liar yang ugal-ugalan di jalan raya Dusun Tambak Suruh, Desa Tambak agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jumat dinihari tadi (13/02), mobil Daihatsu Xenia nopol L 1308 SK miliknya terbakar. Pasalnya, mobil yang ia kendarai bersama empat temannya itu menabrak kios bensin milik Suliyah, warga setempat dan langsung memicu ledakan. Bahkan, teras rumah Suliyah yang dipakai usaha bengkel sepeda motor itu ikut dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, karena Bahruddin dan teman-temannya berhasil keluar dari dalam mobil sebelum ledakan itu meluluh-lantakkan semuanya. “Untungnya tadi saya gak nyalain Air Conditioner (AC), sehingga ledakannya tidak langsung menjalar ke dalam mobil dan masih ada jeda waktu untuk kabur.” Ungkap Bahruddin.
Bahruddin menceritakan, awalnya sekitar pukul 01.00 WIB, ia bersama keempat temannya bermaksud pulang usai dari desa Dlanggu melaju dari arah selatan. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), dari arah berlawanan ada pembalap liar melaju kencang dengan kondisi lampu motor tidak nyala. Kata Bahruddin, pengendara motor itu berada di sisi kanan jalan secara ugal-ugalan. “Saya kaget mas, otomatis saya refleks banting stir ke kanan. Gak tahunya ada kios bensin,” katanya.
Proses pemadaman api terpaksa dengan cara menghentikan mobil tanki air isi ulang yang melintas, sebab, warga khawatir jika terlalu lama menunggu petugas pemadam kebakaran datang, api akan semakin membesar karena di dalam bengkel tersebut terdapat sebuah kompresor yang bisa menimbulkan ledakan lagi. Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian. Petugas kepolisian juga langsung melakukan identifikasi dan memintai keterangan sejumlah saksi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, tapi kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah karena banyaknya barang berharga yang terbakar, diantaranya mobil, sepeda motor yang diparkir di ruang tamu dan lainnya.
Sementara, menurut keterangan sejumlah warga, di jalan raya Tambak Agung, Puri sendiri memang sering dijadikan ajang balap liar oleh sejumlah pemuda. Tidak jarang polisi merazianya, namun, para pembalap liar masih saja membandel. (bag)

Belasan Pasangan Mesum Terjaring Razia Hari Valentine

Sejumlah Pasangan  saat dikeler ke Polres Mojokerto
 Mojokerto-(satujurnal.com) Belasan pasangan bukan suami istri yang tengah berada di kamar sejumlah hotel di wilayah Kabupaten Mojokerto terjaring razia Polres Mojokerto, Sabtu (14/02/2015). Razia melibatkan 31 personil yang dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyisir di wilayah Kecamatan Dlanggu, Kecamatan Gondang dan Kecamatan Pacet. Sedangkan tim kedua meyisir ke wilayah Kecamatan Pungging dan Kecamatan Trawas. Hasil razia, pasangan mesum paling banyak terjaring i hotel W, Punggung. Di hotel yang berlokasi di Jalan Raya Pungging - Trawas ini, petugas mengamankan 18 pasangan yang diduga bukan suami isteri. Mereka selanjutnya dikeler ke Polres Mojokerto untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Hanya saja, kesan tebang pilih muncul dalam razia yang digelar bertepatan dengan hari valentine ini. Beberapa hotel tak tersentuh razia. Seperti hotel S di Pacet, sebuah penginapan wisata di Gondang serta sejumlah hotel di jalur menuju wana wisata padusan banyu panas. Pun saat razia digelar di hotel KP, Pacet, petugas hanya merazia dua kamar hotel yang tak jauh dari ruang resepsionis. Sementara itu Kapolres Mojokerto AKBP Budhi Herdi Susianto menepis tegas soal kesan tebang pilih dalam razia kali ini. “Semuanya sesuai prosedur. Tidak ada tebang pilih. Untuk menentukan sasaran, kita mengacu dari hasil penyelidikan dan pengintaian anggota Sat Intelkam," katanya. Dalam penyelidikan sebelum razia digelar, lanjut Budi, Sat Intelkam akan menilai apakah ada kegiatan yang mengarah ke pidana atau tidak."Nah, setelah diketahui hasil lidik, maka akan muncul kapan melakukan razia dan menentukan sasaran. Jadi harus seletif. Selain itu kita sesuaikan dengan kemampuan dan waktu," papar mantan Kapolres Kediri Kota tersebut. (wie)
 
Copyright © 2015 MOJOKLIK