BREAKING NEWS

Join the Club

Minggu, 22 Februari 2015

DPRD Bahas Pesangon Bagi Kades di Mojokerto Yang Purna Tugas

subandi, wakil ketua DPRD Kab. Mojokerto/majamojokerto.com

MAJA mojokerto | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto membahas pesangon bagi Kepala Desa (Kades) yang sudah Purna Tugas.
Saat ini Panitia Kusus (Pansus) DPRD masih mencari Korelasi Dasar Hukum atau aturan soal pesangon bagi kepala Desa yang purna tugas.
Ismail pribadi - Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto kepada Budi Prasetyo – Reporter Maja FM, Minggu (22/02/2015) mengatakan, kalau memang itu ada dasar hukumnya dan tidak menyalahi UU no 6 tahun 2014 tentang Desa, maka bisa ditambahkan dalam peraturan daerah (Perda) tentang Kepala Desa. Sebab pesangon sebagai salah satu penghargaan atas kerja Kepala Desa.
Sementara Subandi - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto mengatakan, selain mengacu pada aturan yang ada, Dewan juga akan mempertimbangkan kearifan lokal. Agar Perda yang dibuat tidak bermasalah dikemudian hari.
”Di Bondowoso sudah selesai membuat Perda Kepala Desa. Salah satu poin dalam perda tersebut, pesangon Kepala Desa yang purna tugas. Bahkan poin itu disetujui Gubernur”, kata Subandi.
“Kalau di Bondowos bisa, maka di kabupaten Mojokerto kemungkinan juga bisa. Namun sekarang masih mencari dasar hukumnya”, imbuhnya. (and)

Dinas Pengairan Kerja Ekstra, Normalisasi Sungai


Mojokerto-(satujurnal.com) Curah hujan yang cukup tinggi dan tidak menentu di Kabupaten Mojokerto, menyebabkan Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto bekerja ekstra agar tidak terjadi banjir di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan Normalisasi sungai atau pengerukan sedimen yang ada di dasar sungai menjadi salah satu prioritas Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto. "Saat ini, kita sudah melakukan kegiatan normalisasi sungai. Hal ini kita lakukan, untuk penangulangan banjir yang setiap saat bisa terjadi. Karena curah hujan yang tidak menentu dan cukup tinggi," ungkap Didik Pancaning Argo. Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto, Jum'at (20/2/2015). Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bila saat ini normalisasi sungai yang dilakukan fokus pada daerah daerah yang rawan banjir atau yang menjadi langganan banjir jika musim penghujan tiba. "Untuk saat ini, para petugas yang ada di Dinas Pengairan sudah bekerja ekstra untuk melakukan normalisasi sungai agar masalah banjir bisa teratasi. Alat berat sudah kita turunkan untuk melakukan normalisasi sungai yang endapan sedimennya sudah banyak dan khususnya di daerah yang rawan atau biasa menjadi langganan banjir jika musim penghujan tiba," terang nya. Tidak Hanya itu, Didik juga mengatakan jika di tahun anggaran 2015 akan berupaya lebih maksimal untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan sungai yang ada di Kabupaten Mojokerto. "Dengan tenaga serta alat yang dimiliki Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto. akan kita maksimalkan untuk normalisasi sungai. Kalau memungkinkan, kita juga berharap ada tambahan tenaga, untuk perawatan dan pemeliharaan sungai-sungai yang ada. Hal itu kita lakukan dengan harapan, agar Kabupaten Mojokerto bisa terbebas dari bencana banjir," pungkas Didik. (jabir) (BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

Pasokan Tersendat, Harga Beras Naik


Mojokerto-(satujurnal.com) Pasokan beras di tingkat pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Mojokerto dalam sepekan terakhir tersendat. Terjadi pengurangan pasokan secara signifikan dari tingkatan petani ke pedagang. Selain karena proses pengeringan padi lebih lama karena intensitas curah hujan tinggi, musim panen raya baru akan berlangsung bulan depan disebut-sebut menjadi biang tersendatnya stok beras. Stok terbatas ini memicu kenaikan harga hingga Rp 1.000 per kilogram. “Harga beras sekarang naik Rp 1.000 per kilogram. Kenaikan ini cukup tinggi dan memberatkan konsumen. Sebab, kenaikan harga biasanya tidak lebih dari Rp 500,” kata Gunawan, salah satu pedagang beras di salah satu ruko Pasar Tanjung, Jum’at (20/2/2015). Menurut Gunawan, kenaikan harga beras berlangsung sejak sepekan silam. “Pasokan beras seret karena petani banyak yang belum panen,” katanya. Kalau kondisi normal, lanjut Gunawan, sekali stok bisa mencapai 4 ton beras. Tapi sekarang hanya bisa stok 1 ton saja. “Itu pun beras jenis tertentu. Banyak jenis beras yang stoknya kosong,” ujarnya. Ahmad Fauzi, agen beras di Pasar Tanjung menuturkan, beberapa jenis beras, seperti jenis bramu, pandanwangi hingga IR 64 medium mulai langkah. “Kiriman tak ajeg (rutin) lagi,” ungkapnya. Biasanya, kiriman beras ia terima dari dari Jombang dan Pacet Mojokerto. “Di Sragen dan Ngawi sudah panen tapi ditarik ke daerah lainnya sehingga tidak sampai kesini," imbuhnya. Ujar Fauzi, selain panen telat di sejumlah daerah, penyebab lainnya yakni hujan sehingga petani kesulitan mengeringkan gabah. Ia menyebut harga beras jenis bramu naik dari Rp10.500 per kilogram menjadi Rp11 ribu per kilogram. Beras pandan wangi dari Rp10 ribu per kilogram menjadi Rp11 ribu per kilogram. beras jenis IR 64 medium dari Rp 9 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram. Dwi, salah satu konsumen mengeluhkan kenaikan harga beras yang menurutnya lebih dari wajar. Ia gamang, jika kenaikan tak terkendali, berimbas pada pemenuhan kebutuhan pokok lainnya. “Jatah untuk beli sembako bisa banyak tersedot untuk urusan beras saja,” ucapnya. Ia berharap Bulog segera turun tangan dengan menggelar operasi pasar khusus agar terjadi stabilitas harga beras di pasaran. (one)
 
Copyright © 2015 MOJOKLIK