BREAKING NEWS

Join the Club

Minggu, 22 Februari 2015

Sopir ELF ORANGE Maut di Mojokerto Diancam Penjara 6 Tahun

MOJOKERTO (BangsaOnline) - Sopir yang membawa rombongan pengajian dan mengalami kecelakaan di Pacet, Minggu (15/02) terancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 12 juta. Sebab sopir yang bernama Sugeng Karyadi, warga Sumobito Jombang tersebut mengakui tidak menguasai medan jalan sehingga dianggap lalai.Menurut Undang-undang tentang Lalu Lintas, kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia termasuk hukum pidana. Hal itu dikatakan Iptu Sariyanto, Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kabupaten, Selasa (17/02). Kanit Laka mengatakan bahwa Sugeng sang sopir Isuzu Elf maut itu mengakui kalau selama ini dirinya tidak pernah melewati jalur sendi yang memang terkenal ekstrim.
(Baca Berita ELF Orange Terguling di Sekitar Cangar)
”Sehingga saat melewati turunan tajam, sopir terkejut dan mobil yang ia kemudiakan oleng dan menabrak tebing kemudian terguling. Dan berakibat dua orang meninggal dan enam orang luka parah,'' ujarnya.
Namun kanit laka mengaku, sampai saat ini polisi masih belum bisa melanjutkan pemeriksaan. Karena Sugeng sudah dibawa pulang paksa oleh keluarganya dini hari kemarin tanpa sepengatuhuan penyidik unit laka.”Rencananya, dalam dua atau tiga hari ke depan polisi akan mendatangi rumah Sugeng di Sumobito, Jombang untuk memintai keterangan lanjutan”, tandas Sariyanto.
Ditambahkan dia, akibat kecelakaan tersebut Sugeng juga mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Seperti di informasikan sebelumnya, sebanyak 15 orang rombongan pengajian asal Jombang mengalami kecelakaan di jalan raya Sendi Pacet tepatnya di kawasan Dusun Gothekan, Minggu (15/02) petang. Akibatnya dua orang meninggal karena Isuzu Elf yang ditumpangi terguling saat melewati turunan jalan yang curam.editor : Revol wartawan : Ahmad Gunadhi

Baru Dua Bulan Bebas, Pria di Mojokerto Dibui lagi


MOJOKERTO (BangsaOnline) - Muhamad Muklason (30) warga Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto kemarin (18/2) dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Ngoro di kawasan persawahan desa setempat.Penangkapan itu sekaligus mengakhiri pelarian tersangka selama tiga bulan setelah berhasill membobol pabrik gitar PT PSE yang berada di komplek NIP Ngoro pada Desember silam hingga mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.‘’Setelah kita dapatkan identitas pelaku, saya langsung memerintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan pengejaran,” ungkap Kapolsek Ngoro Kompol M Iskhak di ruang kerjanya, kemarin.Diakui Iskhak, pelaku tergolong licin dan sangat lihai dalam melakukan aksinya, terbukti dirinya mampu masuk dan berhasil menguras isi pabrik walau beraksi sendirian. Barang jarahan berupa asesoris perlengkapan gitar listrik berhasil digondol hanya dalam waktu semalam.
“Dalam pengakuan tersangka ia melakukan pencurian ditempat tersebut sebanyak dua kali, sedangkan barang curian ia jual ke toko-toko musik yang berada di wilayah Malang,” jelasnya.
Dari aksi selama dua kali tersebut pihak pabrik mengaku mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
“Selain dipabrik PT. PSE ia juga merencanakan pencurian di pabrik lain namun keburu tertangkap,” tambahnya.Seperti diinformasikan, sebelum melakukan aksi tersebut pelaku tercatat baru bebas dari lembaga pemasyarakat dengan kasus yang sama. Rupaya selama dua bulan menghirup udara bebas, pelaku sudah rindu dan kembali melakukan aksi pencurian.“Pelaku akan kita kenakan pasal 363 KUHP tetang tindak pidana pencurian,” pungkasnya.editor : Revol wartawan : Gunadhi
(BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

Pencairan Dana Santuan Kematian dikeluhkan

BEJO – Proses pencairan dana santunan kematian di Kota Mojokerto ternyata tidak seperti yang diharapkan dan cenderung ruwet. Setidaknya hal itu terjadi sejak dua tahun terakhir.
Masalahnya,  uang santuan Kematian sebesar Rp 250 ribu yang diberikan kepada keluarga warga Kota Mojokerto yang meninggal dunia itu terkesan cukup sulit untuk dicairkan.
Kondisi ini tidak semudah yang dijanjikan penggagasnya, Abdul Gani Suhartono, mantan walikota Mojokerto beberapa tahun silam. Dana yang dipasok APBD itu baru bisa direalisasi jika sudah terkumpul sedikitnya 20 pengajuan. Atau pencairan dana dilakukan jika sudah ada 20 warga yang meninggal dunia.
Tak pelak, birokrasi yang berbelit dan kaku yang diterapkan Pemkot untuk pencairan santunan kematian ini terus menuai kecaman warga. Tak hanya pencairan dana yang memakan waktu lama, kesan diombang-ambing birokrasi pun tak terelakkan. Bambang salah seorang ketua RT di lingkungan Kemasan, Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon mengungkap, salah satu keluarga warga yang meninggal tahun 2014 lalu, hingga saat ini belum menerima santuan. Pihak kelurahan terkesan lepas tangan.
“Kata pihak kelurahan saya diminta untuk menanyakan langsung ke bagian Kesra. Namun jawaban dari Kesra harus menunggu minimal harus ada 20 orang meninggal, kemudian baru diajukan pencairannya. Ini konyol,” ujar  Bambang.. Menurutnya, program santunan kematian tidak bisa diharapkan lagi untuk meringankan beban warga yang tengah berduka. “Kalau tidak lancar begini, ya dihapus saja daripada membingungkan masyarakat,” tegasnya.
Dikonfirmasi masalah  ini, Kabag Kesra Sekkota Mojokerto, Zuhrini membenarkan jika harus menunggu 20 korban meninggal dunia untuk mencairkan dana kematian. "Tidak bisa saya mencairkan satu - satu pengajuan," elaknya. Sebenarnya, lanjut Zuhrini, dana bantuan kematian berada di pos anggaran kelurahan. Karena kelurahan sekarang sebagai kuasa pengguna anggaran. "Anggarannya itu sebenarnya ada di kelurahan. Kesra hanya bertugas mengajukan ke DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Asset, red)," tandas Zuhrini.
Secara terpisah Kepala DPPKA Pemkot Mojokerto Agung Mulyono menandaskan jika tidak ada alasan untuk memperlambat pencairan dana yang sudah dialokasikan dalam Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). "Sejak awal tahun, setiap Pengguna Anggaran (PA) itu kita berikan UP (Uang Persiapan, red) untuk biaya operasional. Termasuk kelurahan juga kita berikan UP," tuturnya.
Jika alasan kelurahan ataupun kesra kehabisan dana operasional senilai UP, menurut Agung juga tidak masuk akal. "Ketika UP sudah terpakai 75 persen, PA bisa langsung mengajukan GU (ganti uang, red), jadi tidak alasan kalau kehabisan atau keterlambatan dana itu," terang mantan kabag hukum Pemkot Mojokerto ini.
Sementara itu kalangan Dewan setempat pun bersungut dan menilai Pemkot mulai mlempem mengawal program yang ditopang APBD tersebut. Hardiyah Santi wakil ketua komisi III (bidang kesra) DPRD kota Mojokerto terkejut mendapat informasi mekanisme pencairan dana kematian tersebut. "Saya akan cek ke bagian kesra, apa alasan keterlambatan pencairan dana bantuan kematian. Karena kita kan sudah menyetujui anggaran itu dalam APBD 2015," tegas politisi Partai Golkar ini.
Jika diperlukan, lanjut Santi, Komisi III akan memanggil semua yang berhubungan dengan pencairan dana kematian itu. Mulai dari kelurahan, kecamatan, bagian kesra hingga DPPKA. "Kita akan meminta penjelasan semuanya. Jangan sampai masyarakat dirugikan dengan keterlambatan itu," pungkas anggota dewan dua periode ini. (wes) (BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

Belum Dapat Wakil, Partai Golkar Tetap Dukung Incumbent

MAJA mojokerto | Partai Golkar tetap dukung siapapun yang jadi wakil Incumbent Mustofa kamal pasa dalam bursa Pilbub nanti.
Subandi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/02/2015) mengatakan, Golkar sudah menyatakan dukungan pada MKP pada pilbup Panti, termasuk siapapun wakilnya yang digandeng. '' Soal siapa calon Bupati yang digandeng MKP tetap dikoordinasikan dengan DPD dan DPP Partai Golkar, karena semua keputusan ada di DPP Partai Golkar,'' Tambahnya.
Sebelumnya, DPD Partai Golkar sudah menyatakan dukunganya pada Mustofa Kamal Pasa dalam pemilihan Bupati 2015 meskipun belum tahu siapa calon wakil Bupatinya.(feb)

Bupati Serap Aspirasi ke Tiga Desa dan Kecamatan

Bupati Mojokerto MKP saat berdialog dengan warga

BEJO - Kegiatan  rembug desa Bupati Mustafa Kamal Pasah (MKP) dilakukan  di tiga yang dimulai dari Desa Lebak Jabung Kecamatan Jatirejo, Gemekan Kecamatan Sooko dan Mojodadi, Kecamatan Kemlagi.   Kegiatan   diawali dengan mengujungi Dusun Lebak Geneng dan langsung berdialog dengan masyarakat.Bupati mendengar semua keluhan masyarakat diantaranya  pelebaran jalan, penerangan jalan,  perbaikan pipa saluran air  serta drainase. Menanggapi keluhan tersebut Bupati MKP langsung memerintah Kepala Desa Lebak Jabung untuk segera  mengajukan  proposal terkait permintaan bantuan masyarakat  tersebut sehingga segera di direalisasi. Bupati MKP juga menyampaikan, bahwa   melalui kegiatan Rembug Deso ini pihaknya ingin membangun desa sebaik – baiknya untuk kepentingan masyarakat dan sesuai kebutuhan  Desa. “Dengan adanya pelebaran jalan, perbaikan Drainase dan penerangan jalan,  saya ingin mengubah desa ini  menjadi seperti kota dan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya. Setelah berdialog dengan masyarakat,  Bupati berjalan kaki menuju  Bendungan Selo Malang yang ada di Dusun Lebak yang selama ini dipergunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian. Terkait dengan itu bupati berencana akan mengembangkan Bendungan Selo Malang tersebut yang mana pada musim penghujan dapat menanpung air hujan lebih besar dan kalau musim kemarau dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian di sekitarnya. Tidak hanya itu bendungan itu juga dapat digunakan sebagai tempat Wisata yang mana juga akan  membuka perekonomian kreatif  untuk masyarakat sekitar serta untuk usaha Perikanan di desa tersebut.
Di Balai Desa Lebak Jabung Bupati menyampaikan bahwa kegiatan Rembug Desa ini merupakan lanjutan program sambang desa yang dilaksanakan pada tahun 2014 kemarin yang mana hanya mengunjungi balai Desa dan hanya menyampaikan program – program.. Tetapi  untuk program rembug desa ini saya bersama kepala SKPD  berdialog dan  melihat langsung kondisi  masyarakat yang ada di dusun – dusun  sehingga kita bisa mengetahui apa yang diperlukan dan diharapan oleh masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya Bupati MKP melakukan kegiatan sama di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko dan Mojodadi, Kecamatan Kemlagi. Berbeda dengan sambang desa yang bupatinya hanya menyapa dan berdialog di balai desa,  maka rembung desa bupati  menyapa dan berdialog langsung di balai dusun. Bahkan, bupati  di dampingi Kepala SKPD dan Muspika berjalan keliling  dusun satu per satu untuk melihat langsung kondisi dan keinginan masyarakat. Selain itu juga untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat sehingga program pembangunan Pemerintah Kabupaten Mojokerto kedepan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.   Dusun yang pertama di kunjungi oleh bupati adalah Dusun Kedawung. Pada kesempatan itu masyarakat menyampaikan aspirasinya tentang ketahanan pangan yang meliputi masalah pengairan (irigasi), hampir 100% tidak ada air, selama ini warga  mengatasi dengan menggunakan mesin diesel,   masalah pupuk bersubsidi supaya di akses di daerah(BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

DPRD Bahas Pesangon Bagi Kades di Mojokerto Yang Purna Tugas

subandi, wakil ketua DPRD Kab. Mojokerto/majamojokerto.com

MAJA mojokerto | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto membahas pesangon bagi Kepala Desa (Kades) yang sudah Purna Tugas.
Saat ini Panitia Kusus (Pansus) DPRD masih mencari Korelasi Dasar Hukum atau aturan soal pesangon bagi kepala Desa yang purna tugas.
Ismail pribadi - Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto kepada Budi Prasetyo – Reporter Maja FM, Minggu (22/02/2015) mengatakan, kalau memang itu ada dasar hukumnya dan tidak menyalahi UU no 6 tahun 2014 tentang Desa, maka bisa ditambahkan dalam peraturan daerah (Perda) tentang Kepala Desa. Sebab pesangon sebagai salah satu penghargaan atas kerja Kepala Desa.
Sementara Subandi - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto mengatakan, selain mengacu pada aturan yang ada, Dewan juga akan mempertimbangkan kearifan lokal. Agar Perda yang dibuat tidak bermasalah dikemudian hari.
”Di Bondowoso sudah selesai membuat Perda Kepala Desa. Salah satu poin dalam perda tersebut, pesangon Kepala Desa yang purna tugas. Bahkan poin itu disetujui Gubernur”, kata Subandi.
“Kalau di Bondowos bisa, maka di kabupaten Mojokerto kemungkinan juga bisa. Namun sekarang masih mencari dasar hukumnya”, imbuhnya. (and)

Dinas Pengairan Kerja Ekstra, Normalisasi Sungai


Mojokerto-(satujurnal.com) Curah hujan yang cukup tinggi dan tidak menentu di Kabupaten Mojokerto, menyebabkan Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto bekerja ekstra agar tidak terjadi banjir di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan Normalisasi sungai atau pengerukan sedimen yang ada di dasar sungai menjadi salah satu prioritas Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto. "Saat ini, kita sudah melakukan kegiatan normalisasi sungai. Hal ini kita lakukan, untuk penangulangan banjir yang setiap saat bisa terjadi. Karena curah hujan yang tidak menentu dan cukup tinggi," ungkap Didik Pancaning Argo. Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto, Jum'at (20/2/2015). Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bila saat ini normalisasi sungai yang dilakukan fokus pada daerah daerah yang rawan banjir atau yang menjadi langganan banjir jika musim penghujan tiba. "Untuk saat ini, para petugas yang ada di Dinas Pengairan sudah bekerja ekstra untuk melakukan normalisasi sungai agar masalah banjir bisa teratasi. Alat berat sudah kita turunkan untuk melakukan normalisasi sungai yang endapan sedimennya sudah banyak dan khususnya di daerah yang rawan atau biasa menjadi langganan banjir jika musim penghujan tiba," terang nya. Tidak Hanya itu, Didik juga mengatakan jika di tahun anggaran 2015 akan berupaya lebih maksimal untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan sungai yang ada di Kabupaten Mojokerto. "Dengan tenaga serta alat yang dimiliki Dinas Pengairan Kabupaten Mojokerto. akan kita maksimalkan untuk normalisasi sungai. Kalau memungkinkan, kita juga berharap ada tambahan tenaga, untuk perawatan dan pemeliharaan sungai-sungai yang ada. Hal itu kita lakukan dengan harapan, agar Kabupaten Mojokerto bisa terbebas dari bencana banjir," pungkas Didik. (jabir) (BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

Pasokan Tersendat, Harga Beras Naik


Mojokerto-(satujurnal.com) Pasokan beras di tingkat pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Mojokerto dalam sepekan terakhir tersendat. Terjadi pengurangan pasokan secara signifikan dari tingkatan petani ke pedagang. Selain karena proses pengeringan padi lebih lama karena intensitas curah hujan tinggi, musim panen raya baru akan berlangsung bulan depan disebut-sebut menjadi biang tersendatnya stok beras. Stok terbatas ini memicu kenaikan harga hingga Rp 1.000 per kilogram. “Harga beras sekarang naik Rp 1.000 per kilogram. Kenaikan ini cukup tinggi dan memberatkan konsumen. Sebab, kenaikan harga biasanya tidak lebih dari Rp 500,” kata Gunawan, salah satu pedagang beras di salah satu ruko Pasar Tanjung, Jum’at (20/2/2015). Menurut Gunawan, kenaikan harga beras berlangsung sejak sepekan silam. “Pasokan beras seret karena petani banyak yang belum panen,” katanya. Kalau kondisi normal, lanjut Gunawan, sekali stok bisa mencapai 4 ton beras. Tapi sekarang hanya bisa stok 1 ton saja. “Itu pun beras jenis tertentu. Banyak jenis beras yang stoknya kosong,” ujarnya. Ahmad Fauzi, agen beras di Pasar Tanjung menuturkan, beberapa jenis beras, seperti jenis bramu, pandanwangi hingga IR 64 medium mulai langkah. “Kiriman tak ajeg (rutin) lagi,” ungkapnya. Biasanya, kiriman beras ia terima dari dari Jombang dan Pacet Mojokerto. “Di Sragen dan Ngawi sudah panen tapi ditarik ke daerah lainnya sehingga tidak sampai kesini," imbuhnya. Ujar Fauzi, selain panen telat di sejumlah daerah, penyebab lainnya yakni hujan sehingga petani kesulitan mengeringkan gabah. Ia menyebut harga beras jenis bramu naik dari Rp10.500 per kilogram menjadi Rp11 ribu per kilogram. Beras pandan wangi dari Rp10 ribu per kilogram menjadi Rp11 ribu per kilogram. beras jenis IR 64 medium dari Rp 9 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram. Dwi, salah satu konsumen mengeluhkan kenaikan harga beras yang menurutnya lebih dari wajar. Ia gamang, jika kenaikan tak terkendali, berimbas pada pemenuhan kebutuhan pokok lainnya. “Jatah untuk beli sembako bisa banyak tersedot untuk urusan beras saja,” ucapnya. Ia berharap Bulog segera turun tangan dengan menggelar operasi pasar khusus agar terjadi stabilitas harga beras di pasaran. (one)

Kamis, 19 Februari 2015

Timbulkan Bau Tak Sedap, Pabrik Wadah Telur di Mojosari Diprotes Warga

MAJA mojokerto | Puluhan warga Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari ngelurug Balai Desa setempat, memprotes Pabrik wadah telur CV. Arya Abadi yang mengeluarkan suara bising dan bau tak sedap. Sehingga dinilai sangat menggangu warga.
Saat mediasi, Yushi - Sekretaris Desa Belahan Tengah kepada Bagus Muslihin – Reporter Maja FM, Selasa (17/02/2015) mengatakan, mayoritas warga merasa sangat terganggu. Pihaknya juga meminta agar perusahaan membuat surat pernyataan bermeterai, untuk menjelaskan persoalan tersebut dan segera mencari solusi. ”Namun sebelumnya warga harus membuat pernyataan atau tuntutan dulu untuk menyampaikan ke pihak perusahaan”, kata Yushi
Setelah mendapatkan surat permintaan warga, Yushi berjanji akan menindaklanjuti ke perusahaan dan akan konsultasi dengan pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mojokerto. Agar segera dibuat kajian, terkait dampak bau yang menyengat. Apakah berdampak negative pada kesehatan warga atau tidak.
Sementara, Juwoyo - Salah satu warga mengaku, pembuangan limbah cair yang mengalir ke sungai sangat mencemari lingkungan. “Tak sedikit warga harus memakai masker karena bau limbah yang menyengat. Apalagi limbah cair tersebut juga mengalir di saluran irigasi dan dinilai sangat membahayakan”, katanya. (and)

100 Personil Gabungan di Kerahkan, Amankan Imlek di Kabupaten Mojokerto

MAJA mojokerto | Sebanyak 100 personil gabungan dari Polres Mojokerto, Kodim dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto dikerahkan untuk menjaga perayaan tahun baru imlek. Semua personil tersebut disebar di beberapa tempat vital, seperti Kelenteng Mojosari, jalan raya dan tempat-tempat wisata.
AKBP Budhi Herdi Susianto - Kapolres Mojokerto kepada Bagus Muslihin - Reporter Maja FM, Rabu (18/02/2015) mengatakan, pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi aksi kriminalitas, seperti terosrisme dari sebuah kelompok. ”Penjagaan dibagi dua, yang pertama saat perayaan imlek dan pada tanggal 15 kalender cina”, tegas Kapolres.
Meski pengamanan itu dilakukan sangat ketat, namun Kapolres menjamin perayaan tahun baru imlek yang ke 2566 ini berjalan kondusif. Meski demikian, penjagaan akan terus dilakukan untuk menciptakan rasa aman bagi umat Tionghoa yang beribadah. (and)

Pembangunan Masjid Gemekan, Terganjal Audit BPK

MAJA mojokerto | Proyek pembangunan Masjid Agung Darussalam di Desa Gemekan, kec. Sooko senilai Rp 17 Milyar terganjal karena audit Badan Penyelidik Keuangan (BPK). Padahal Pemkab Mojokerto menyatakan siap melanjutkan pembangunan yang baru selesai 40 persen ini pada tahun ini.
Mustofa Kamal Pasa Bupati Mojokerto, Rabu (18/02/2015) mengatakan, setelah audit inspektorat muncul anggaran sebesar Rp20 miliar, tapi BPK meminta untuk tidak melanjutkan pembangunan Masjid Agung sebelum diaudit BPK.'' BPK minta kalau pembangunan masjid bisa dilanjutkan setelah proses audit selesai, dan sebagai upaya pembangunan lanjutan pihaknya sudah mengirim surat ke BPK,'' Jelasnya.
Sementara itu, setelah ada audit BPK ini Pemkab sudah melakukan pengecekan kondisi masjid dengan gambar utama dan Pembangunannya.(Gk/feb)

Pemekaran Wilayah, Satu Kecamatan Bawahi Enam Kelurahan

Mojokerto-(satujurnal.com) Pemkot Mojokerto kian melaju memekarkan wilayah administratif pasca berakhirnya moratorium pemekaran wilayah. Jika langkah ini mulus, maka wilayah administratif kecamatan akan dipecah dari dua menjadi tiga kecamatan. Meski dengan target sama, yakni terbentuk tiga kecamatan, namun dasar pemecahan yang digarap tim pemekaran wilayah jilid II ini berbeda. Jika semula pemekaran wilayah menyentuh pemecahan sejumlah wilayah kelurahan, namun saat ini yang dipecah satu wilayah kecamatan menjadi dua wilayah kecamatan. Yakni wilayah Kecamatan Prajurit Kulon menjadi wilayah Kecamatan Prajurit Kulon dan Kecamatan Kranggan. “Kalau yang dipecah wilayah kelurahan, butuh waktu lima tahun untuk menguji petataan kelembagaan kelurahan baru itu. Tapi dengan pemecahan wilayah administratif kecamatan, tidak perlu menunggu sampai lima tahun,” kata Kabag Administrasi Pemerintahan Sekkota Mojokerto, M Imron, didampingi Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, Rabu (18/2/2015). Sinyal pemecahan wilayah administratif kecamatan Prajurit Kulon menjadi dua kecamatan itu lanjut Imron, muncul dari kantor Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri. Namun, ujar Imron, agar laju rencana itu mulus, dibutuhkan sejumlah prasyarat yang harus disiapkan. “Setelah ada persetujuan warga yang didapat dari mekanisme rembuk kelurahan, baru di-perda-kan. Setelah ada perda baru diajukan ke Pemprov Jawa Timur. Jika Pemprov menyetujui, usulan pemekaran akan dinaikkan ke pemerintah pusat untuk mendapat persetujuan,” katanya. Skema yang sudah matang, dari penambahan satu kecamatan, maka setiap kecamatan akan membawahi enam wilayah kelurahan. “Kalau sekarang Kecamatan Magersari membawahi 10 kelurahan dan Kecamatan Prajurit Kulon 8 Kelurahan, maka nantinya setiap kelurahan membawahi enam kelurahan. ’’Sisi letak geografis tetap menjadi pertimbangan dalam rencana ini,’’ tukas Imron. Hanya saja, sejauh ini belum dimatangkan soal wilayah kelurahan mana saja yang akan berada di wilayah kecamatan baru. Karena Tim Fasilitasi Penyiapan Data dan Informasi Pendukung Proses Pemekaran Wilayah yang bekerja berdasarkan SK Walikota, menurut Imron, sampai saat ini masih melakukan penyusunan pengembangan dan penataan kelembagaan. Sementara soal transisi data kependudukan maupun hal yang terkait dengan hak privat warga, Imron mengatakan hal itu sudah diperhitungkan. “Karena ranahnya administrasi, tentunya akan ada penyesuaian. Semisal KTP, KK dan dokumen lainnya akan disesuaikan domisili warga yang berada di wilayah administrasi kecamatan Kranggan,” paparnya. Pun soal instansi samping, seperti Polresta, Kodim dan Kemenag, menurut Imron, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sepanjang terjadi komunikasi dan koordinasi yang baik. Yang paling ditekankan, ucap Imron, pemekaran bagi daerah otonom, seperti Kota Mojokerto kepentingannya peningkatan pelayanan, pemerataan pembangunan dan mempercepat wilayah terbangun. “Kepentingan konsepsional yang disosialisasikan, bukan soal otonomi daerah,” katanya seraya menyebut pertengahan Maret mendatang sosialisasi tingkat kelurahan rampung. (one)

DPRD Cermati Raperda Desa Supaya Tidak Merugikan Salah Satu Pihak

Subandi Wakil Ketua DPRD Kab Mojokerto

MAJA mojokerto | Panitia kusus (pansus) DPRD Kabupaten Mojokerto akan memperpanjang waktu pembahasan 7 Rancangan peraturan Daerah (raperda). Perpanjangan waktu ini karena ada beberpa poin dalam raperda Desa, yang perlu pembahasan lebih detail.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Subandi, Rabo 18/02 mengatakan, ada usulan dari pansus satu dan pansus dua, agar waktu pembahasan 7 Raperda diperpanjang. Supaya pembahasanya lebih maksimal. Sehingga perda yang dihasilkan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak merugikan salah satu pihak.
“perda ini nantinya diterapkan di masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat dan harus seimbang dan adil,”, kata Subandi
Kata Subandi, diantara 7 Raperda yang perlu pendalaman, adalah perda yang terkait dengan Desa.
“Misalnya, soal gaji atau pendapatan Kepala Desa dan perangkat Desa, jangan sampai tumpang tindih dengan penghasilan tanah ganjaran, sehingga bisa merugikan masyarakat.Tapi penghasilan kepala Desa dan Perangkat, juga harus disesuikan supaya mereka tidak merasa dirugikan,” tegas Subandi.
Seperti diinformasikan, 7 Raperda yang di bahas DPRD, sebelumnya dijadualkan sampai tanggal 24 februari. Tapi waktu pembahasanya akan diperpanjang. 7 Raperda itu diantaranya, raperda Kepala Desa, raperda Perangkat Desa dan raperda Badan Permusyawaratan Desa (BPD). (bud) 

Sidang Tuntutan Masrikhan di Tunda Lagi

MASRIKHAN

MAJA mojokerto | Sidang tuntutan Kyai Masrikhan - terdakwa kasus penggelapan dana jamaah umroh yang gagal berangkat, akhirnya ditunda. Sebab jaksa penuntut umum dinilai belum siap. Hal itu dikatakan Soleh - selaku pengacara Masrikhan saat dikonfirmasi lewat handphone.
Soleh hanya berkomentar singkat kepada wartawan. Pihaknya hanya mengatakan, sidang tuntutan Masrikhan ditunda hari selasa pekan depan (24/02/2015) karena jaksa belum siap. Dan saat disinggung alasannya, pihaknya tidak mau berkomentr lebih banyak.
Sementara, Tryan Yuliarsa - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani sidang tidak bisa dikonfirmasi. Sementara dari pantauan Bagus - Reporter Maja FM, Tryan sama sekali tidak terlihat di kantor Pengadilan Negri Mojokerto sejak Rabu pagi (18/02/2015). Bahkan saat dihubungi lewat telepon, tidak ada jawaban. Dan sempat terdengar nada sambung, namun tidak diangkat.
Seperti dikabarkan sebelumnya, KH Masrikhan - Pengasuh Pondok Robhitotul Ulum di Jatirejo menjadi terdakwa kasus penggelapan dana ratusan calon jamaah umroh yang gagal berangkat. Masrikhan dikenakan pasal tentang penggelapan dengan ancaman pidana 4 tahun penjara. (and)

Polsek Gondang Ungkap Kasus Illegal Loging

MAJA mojokerto | Polsek Gondang kabupaten Mojokerto, kembali menangkap pelaku praktek illegal loging, Kali ini, pengendara motor yang mengangkut kayu jati hasil hutan tanpa disertai surat ijin, terjaring razia.
Pelaku bernama Slamet Purwoko warga desa Sumbergirang kec. Puri. Ia ditangkap di jalan raya desa Padi Gondang (Minggu, 15/02/2015), saat sedang asyik mengangkut puluhan kayu jati yang sudah dipotong menggunakan sepeda motor Beat.
AKP Shodiq - Kapolsek Gondang mengatakan, penangkapan itu bermula saat polisi melakukan razia kendaraan. ”Saat ada pengendara motor yang terlihat mengangkut sejumlah kayu jati, langsung kita hentikan. Dan saat ditanya terkait surat ijin sah hasil hutan, ternyata slamet tidak memiliki. Sehingga polisi langsung membawanya ke mapolsek gondang untuk diproses secara hukum,” jelasnya.
Kapolsek menegaskan, akan terus memberantas para penebang hutan tanpa ijin karena sektor Gondang mempunyai kekayaan kayu yang sangat melimpah dan menjadi pusat tadah hujan untuk poenanggulangan bencana.
Sementara barang bukti yang disita berupa puluhan kayu jati yang sudah dipotong-potong. Sedangkan tersangka Slamet dikenai pasal tentang kehutanan dan diancam setidak-tidaknya 4 tahun penjara.(fan/moc)
(BACA SUMBER ASLINYA DISINI)

Polisi Grebek Rumah Terduga Pelaku Curanmor di Pohjejer - Gondang

MAJA mojokerto | Rumah terduga pelaku curanmor di Pohjejer Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto digerebek polisi. Penggerebekan tersebut dilakukan, setelah tim Reskrim Polsek Dlanggu berhasil melacak sepeda motor milik Solikan - warga Bareng Dlanggu yang plat nomornya belum diganti oleh pelaku.

AKP Lilik Akhiril Ekowati - Kassubag Humas Polres Mojokerto kepada Bagus Muslihin - Reporter Maja FM, Selasa (17/02/2015) menegaskan, kalau pelakunya bernama Rifal Johanto. Pihaknya juga menceritakan, aksi Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dilakukan hari jumat pekan lalu. Dan setelah diselidiki, pelaku berhasil ditangkap kemarin di rumahnya.

”Motif pencuriannya, tersangka Rifal yang masih berusia 23 tahun terlilit hutang. Sehingga nekad mencuri sepeda motor milik Solikan saat di parkir di depan toko kawasan Punggul Dlanggu”, kata Kassubag Humas.

Masih kata AKP Lilik, Akibat perbuatannya, Rival dijerat dengan undang-undang tentang pencurian kendaraan bermotor dengan ancaman 4 tahun penjara. (and) 

Minggu, 15 Februari 2015

ELF Orange Terguling di Sekitar Cangar



Elf warna orange terguling dan menutup jalan di sekitar Cangar, Batu. AKP Samirin, Kapolsek Pacet melaporkan, mobil ini muat 15 jamaah pengajian. Diduga rem blong dan data awal, dua orang meninggal. Belum diketahui detil lokasi dan kronologinya. Info sudah diteruskan ke petugas. Foto I: Iwan Lasso via @e100ss;

17.53: Update kronologi ‪#‎kecelakaan‬ Pacet, Elf orange ini ditumpangi 15 jamaah pengajian Kesamben Jombang yang pulang dari Malang. AKP Samirin, Kapolsek Pacet melaporkan, saat sampai di turunan dusun Gotean, Sendi Pacet, rem blong dan sopir langsung banting stir ke kiri. Elf kena tanggul di kiri jalan dan terguling. Info sementara, 2 orang meninggal dan akan dibawa ke RS Sumber Glagah. Data lengkap belum diketahui. Foto: Budi Waluyo via e100. (odp-hm)
Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Pacet-Batu. Kali ini sebuah minibus Elf yang mengangkut 16 orang penumpang terguling di turunan curam Jalan Raya Sendi Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto, Minggu (15/2/2015). Akibatnya, 2 penumpang Elf tewas di lokasi kejadian.

Kapolsek Pacet AKP Samirin mengatakan, kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wib. Elf nahas warna orange ini mengangkut 16 orang jamaah pengajian asal Sumobito, Jombang.

Sedianya, Elf bernopol S 7079 N yang dikemudikan Sugeng Kariyadi (44), asal Sumobito ini akan kembali ke Jombang usai mengantar rombongan ke Malang melaui jalur Batu-Pacet.

"Keterangan dari korban selamat, rem Elf ngeblong saat di turunan curam gotekan. Karena panik, sopir banting stir ke kiri dan menghantam tebing sehingga Elf terguling," kata Samirin kepada detikcom.

Akibat kecelakaan ini, lanjut Samirin, dua penumpang Elf tewas di lokasi. Keduanya diketahui atas nama Tukiman (40) dan Agus (40) asal Sumombito. Saat ini jenazah korban telah dievakuasi ke RS Sumber Glagah, Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet.

"Penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sudah kita evakuasi ke rumah sakit. Bangkai Elf sudah kita evakuasi ke mapolsek," tandasnya.(sumber detik.com)

Dua Pekerja Tambang Dibius, Dirampok dan Dibuang

korban pembiusan tergolek lemah

MAJA mojokerto | Dua karyawan penambang batu di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban perampokan, sebelumnya mereka dibius di Kawasan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo kemudian dibuang di sebuah ladang tebu di desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dalam kondisi tak sadarkan diri.
Korban diketahui bernama Yaman aryanto (23) warga lingkungan Cikadu RT 28, RW 13 Kr. Panimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Ciamis Jawa Barat dan Sutikno (32) warga Dusun Lesung Watu RT 01, RW 08 Desa Pagertanjung, Kec. Ploso, Kabupaten Jombang. Keduanya ditemukan petani tebu, Kamis pagi (12/02) kemudian dibawa ke Puskesmas Sooko untuk mendapatkan perawatan intensif.
Yaman, salah satu korban menceritakan, awal mula pembiusan itu ketika dirinya bermaksud pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di bandara Juanda tadi malam, sekitar pukul 18.30 WIB, Yaman ingin mampir ke kantor pusatnya di Surabaya, PT Batugunung Rinjani Jayaperkasa, namun ternyata kantornya sudah tutup sehingga Yaman diajak Sutikno untuk menginap ke rumahnya di Jombang.
Yaman pun sepakat, lalu mereka menuju terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo untuk menuju Jombang dengan naik angkutan umum bus. Sesampainya disana, keduanya makan malam disebuah warung, dan tanpa disangka dihampiri dua orang. "Pelakunya ada empat, dua yang menhampiri kami, dua lagi ada di dalam mobil," kata Yaman.
Obrolan pun berlangsung, pelaku yang salah satunya berpawakan gemuk itu mengaku sebagai mantan TKI di Malaysia, ia juga bersikap sok keakraban, mentraktir dan menawarinya tumpangan dengan mobil Toyota Avanza miliknya. Tanpa ada rasa curiga, Yaman dan Sutikno langsung masuk ke mobil yang sudah menunggu di parkiran. "Saat melintas di kawasan Sepanjang, salah satu dari mereka mengeluh masuk angin dan minta berhenti untuk beli jamu," terangnya. Ternyata disaat itulah pelaku menjalankan modusnya. Ia juga membeli jamu masuk angin untuk semua penumpang mobil dengan wadah gelas plastik, dua diantaranya diduga sudah dicampur obat bius.
"Setelah kami meminumnya, kepala kami terasa pusing, tahu-tahu sudah ada di Puskesmas ini (Puskesmas Sooko)," imbuh Yahya. Ternyata keduanya dibuang di sebuah ladang tebu di Kawasan Domas, Kecamatan Trowulan dan ditemukan warga. Sedangkan dua unit Handphone merk Nokia dan Cross, uang tunai 700 ribu rupiah, serta tas ransel berisi pakaian dan dokumen-dokumen berharga hilang.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Trowulan, AKP Supriadi, saksi dan korban Yaman sudah dimintai keterangan, tinggal menunggu keterangan lanjutan dari korban Sutikno yang sekarang masih tak sadarkan diri. "Doakan saja semoga kasus ini sudah terungkap," pungkasnya. (bag) 

Warga Kejagan Terancam Kurungan, Karena Diduga Melakukan Penipuan Jual Beli Alat Berat

MAJA mojokerto | Warga Kejagan, Kecamatan Trowulan dilaporkan ke Polres Mojokerto karena diduga melakukan penipuan jual beli alat berat pemecah batu seharga Rp 90 juta rupiah. Korban bernama Suparji - warga Batu. Sedangkan terlapor berinisial S warga Kejagan Trowulan.
AKP Lilik Akhiril Ekowati - Kassubag Humas Polres Mojokerto kepada Bagus Muslihin - Reporter Maja FM, Rabu (11/02/2015) mengatakan, awalnya korban dan pelaku mengadakan transaksi jual beli alat berat mesin pemecah batu pada bulan Desember 2014 lalu.
“Pelaku menjanjikan jika korban sudah membayar biayanya, maka mesin tersebut akan dipesankan ke luar negeri dan langsung dikirim ke alamat rumah korban”, kata AKP Lilik
Tapi setelah dilunasi dengan cara ditransfer, sampai sekarang mesin pemecah batu senilai 90 juta tersebut belum juga dikirim. Akhirnya korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakannya.
“Ternyata mesin pesanan tersebut sudah dijual ke orang lain. Sehingga membuat korban tidak terima dan melaporkannya ke Polres Mojokerto untuk diproses secara hukum”, katanya.
Masih kata Kassubag Humas, polisi sudah menerima laporan dan barang bukti transfer pembayaran. Untuk kemudian sejumlah saksi dan terlapor akan segera dipanggil untuk penyidikan lebih lanjut.
“Jika terbukti bersalah, pria 50 tahun berinisial S asal Kejagan - Trowulan tersebut akan terjerat pasal tentang penipuan dan penggelapan dengan ancamana 4 tahun penjara”, pungkasnya. (and)

Banyak Minimarket Dibobol, Polisi Tingkatkan Patroli

MAJA mojokerto | Polres Mojokerto akan tingkatkan patroli untuk mengantisipasi maraknya aksi pembobolan minimarket yang akhir-akhir ini sering terjadi.
AKBP Budhi Herdi Susianto – Kapolres Mojokerto mengatakan, fungsi Babinkamtibmas akan digenjot lagi, agar selalu memantau kondisi di wilayaha bagian masing-masing, sehingga ruang gerak pelaku semakin menyempit.
Kapolres mengaku, polisi tidak bisa bertindak sendirian, tapi juga harus melibatkan semua elemen agar tindak kriminalitas bisa dicegah. ”Mengawasi, mengantisipasi dan menjaga, harus dicanangkan pada kesadaran setiap orang agar pelaku-pelaku kejahatan bisa ditekan,” tegas Kapolres.
Seperi dikabarkan maja FM sebelumnya, di Mojokerto sudah terjadi beberapa kali aksi pembobolan minimarket. Pada akhir bulan Desember lalu, Alfamart di Jalan Jayanegara kota Mojokerto, awal Februari di Pohejejr Gondang dan kemarin, giliran Alfamart di Trowulan yang dibobol. Modusnya, pelaku beraksi tengah malam, saat kondisi swalayan sudah tutup, atau pengujungnya sepi. Bahkan pelaku yang berjumlah lebih satu orang ini, tidak segan-segan menodongkan senjata tajam dan melukai penjaga toko.(fan/bag) 
 
Copyright © 2015 MOJOKLIK